Home Video Jurika Mafia Tanah DKI, Caplok Lahan pakar Waris Sarja di Desa Parit...

Jurika Mafia Tanah DKI, Caplok Lahan pakar Waris Sarja di Desa Parit Baru, Jalan Soekarno Hatta, Kabupaten Kubu Raya, Sudah Dikuasai Sejak 1965, Kata Dr Herman Hofi Munawar SH, MH, Senin, 13 Mei Tahun 2024

Video diotv


Jangan lupa adore dan juga Part video ini untuk mendapatkan notifikasi terbaru dari kami
Jurika Mafia Tanah DKI, Caplok Lahan pakar Waris Sarja di Desa Parit Baru, Kecamatan Sungai Raya, Jalan Soekarno Hatta, Kabupaten Kubu Raya, Sudah Dikuasai Sejak 1965, Kata Dr Herman Hofi Munawar SH, MH, Senin, 13 Mei Tahun 2024.

PONTIANAK, DIO-TV.COM, Senin, 13 Mei Tahun 2024 – Jurika mafia tanah DKI, caplok sebidang tanah seluas 2,4 hektar yg sudah dikuasai sejak 1965.

Lokasinya di Jalan Soekarno Hatta, Desa Parit Baru, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat.

Jurika mafia tanah DKI caplok lahan pakar waris Sarja yg turun-temurun dikuasi sejak 1965, dan juga sekarang dimukimi anaknya, Warsil.

“Jurika mafia tanah DKI, mengklaim lahan hendak dijadikan lokasi bisnis distribusi produk otomotif,” kata Dr Herman Hofi Munawar SH MH.

Herman Hofi Munawar, kuasa hukum Warsil, Senin, 13 Mei Tahun 2024, mengatakan, penerbitan sertifikat batal demi hukum, karena cacad prosedur.

Jurika, kelahiran 3 Juni 1948, alamat di Jalan Sanur Indah Nomor 93, RT 009/007, Kelurahan Gading Barat, Kecamatan Kelapa Gading, DKI.

Sertifikat Hak Milik (SHM) Nomor 8812, 7920 dan juga 6768 seluas 24.540 meter persegi, Jalan Soekarno Hatta, Desa Parit Baru, Kecamatan Sungai Raya.

“Warsil, pakar waris Sarja, tidak pernah didatangi siapapun berkaitan penerbitan sertifikat kepada pihak tidak berhak,” ujar Herman Hofi Munawar.

Menurut Herman Hofi Munawar, lahan dikuasai sepanjang tahun sejak 1965, tanpa pernah dijual kepada pihak siapapun.

Herman Hofi Munawar, sekarang melakukan somasi kepada Jurika mafia tanah DKI, untuk meminta klarifikasi.

Dikatakan Herman Hofi Munawar, ada regulasi menggariskan sertifikat dibatalkan apabila cacat prosedur penerbitannya.

Peraturan Menteri Agraria Nomor 3 Tahun 1999, pasal 1 angka 12 menjelaskan dasar pembatalan sertifikat dapat dibatalkan.

Karena Keputusan mengandung Cacat Hukum Administrasi. Cacat hukum administrasi sama dengan suatu kebijakan.

Atau prosedur tidak sesuai Hukum berlaku, manakala adanya cacat administrasi penerbitan sertifikat sertifikat dapat dibatalkan.

Menurut Herman Hofi Munawar pembatalan sertifikat dapat melalui Kantor Pertanahan atau Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

“Sertifikat yg dibatalkan tersebut dapat dilakukan pembaharuan sertifikat atau pendaftaran kembali,” ujar Herman Hofi Munawar.

Herman Hofi Munawar mengatakan, hendak melakukan langkah hukum secara maksimal bagi Warsil agar hak kepemilikannya tidak dirampok pihak yg lain.

“Kondisinya penertiban sertifikat cacat prosedur batal demi hukum,” ujar Herman Hofi Munawar.***

Key phrase : diotv Viral Video adore also completion! Peep Video become infected for also compilers.
Video Selengkapnya : http://www.dailymotion.com/video/x8yf298